Pernah beberapa kali saya berfikir bahwa jadi orang baik yang mengajak orang untuk berubah itu justru dijauhin, ga banyak teman, ya pokoknya seperti itu. Ketika saya mencoba untuk berdakwah, mungkin ada saja yang tidak suka dengan saya. Kemudian, saya mencoba membedakan sikap saya sekarang dengan mereka yang bahasanya kasar, pergaulannya ga baik, sukanya merokok, kebuka auratnya. Kok malah banyak temennya sih ya. Sedih. Dan bingung. Hmm Aneh.
Pernah berfikir sekali. Apa saya jadi bandel aja ya? Apa saya gabung dengan mereka aja ya? Biar banyak teman, di ajak ngobrol, jadi orang yang di tunggu-tunggu karena kebandelannya, dan sebagainya. Emmm… untungnya itu hanya pemikiran kecil saja. Jelas. Saya tidak akan seperti itu. Sampai kapanpun! InsyaAllah.
Coba bayangkan. Bahasanya kasar. Omongannya jorok. Share-an linenya buruk. Tapi kok malah banyak yang nemenin ya. Heran. Demi Allah, heran banget saya. Ada apa dengan ini semua? Saya selalu bertanya tentang hal ini kepada diri saya. Ko bisa? Ko bisa ini semua terjadi? Bahkan, ketika saya dakwah, malah ada yang ga suka. So, wajarkan kenapa saya semakin heran?
Jika dakwah saya caranya salah, bisa dong dinasihati. Bukan di caci. Giliran mereka, yang salah gaul, berkata buruk, justru banyak yang tertawa karena keburukannya itu. Ini ada apa sebenarnya? Ingin sekali marah, namun buat apa? Itu hanya akan membuat mereka semakin jauh dari saya. Dan saya tidak mengarapkan itu terjadi.
Dan akhirnya, suatu saat saya membaca Al-Qur’an. Diterangkan didalamnya. Bahwa. Intinya adalah. Akan ada orang yang berzina didepan mata saya. Akan ada orang yang berkata kasar didepan saya. Akan ada orang yang saling mencaci antar sesama. Akan ada orang yang tidak suka dengan saya ketika saya berbuat baik, seperti dakwah dan sebagainya. Akan ada orang yang sangat membenci saya. Dan sejenis itu. Dan ternyata Al-Qur’an telah memprediksi itu semua. Dan kini saya tau dan paham. Kenapa ada orang-orang seperti itu? Kenapa? Ternyata. Tuhan ingin, agar saya mengambil pelajaran.
Jelas. Jelas itu adalah sebuah jawaban. Saya tak ragu sedikitpun atas penjelasan itu (Al-Qur’an). Oleh sebab itu. Saya lanjutkan dakwah saya yang sempat berhenti karena bosan dan berfikir tentang itu tadi.
Setelah saya paham. Justru bukan hanya manusia yang menganggu saya. Namun, pastinya, setan semakin tidak suka dengan saya. Mereka intens dalam memberikan rasa was-was kepada saya. Dan sering kali saya merasa pemikiran lama itu terfikirkan kembali. Buat apa anda baik? Teman anda berkata kasar, pergaulan mereka salah, namun dengan mereka seperti itu, mereka disegani. Tapi tidak. Saya sudah paham. An-Naas, surah penutup dalam Al-Qur’an. Aku berlindung dari godaan setan yang memberikan rasa was-was. Dan setan itu, dari golongan jin dan manusia.
Sempat saya jatuh lagi setelah saya paham tentang ayat itu. Sebab setan itu tidak akan berhenti untuk membisikan kepada saya untuk menjadi teman mereka kelak di neraka. So, apa yang harus saya lakukan?
Ketika itu saya mendengar kajian di Youtube. Ada yang bertanya disana. Bagaimana jika kita sudah taubat, tapi maksiat lagi? Jawabannya jelas. Allah itu siksanya pedih, namun ampunannya itu lebih luas dari pada siksanya. Yang jadi pertanyaannya adalah. Ketika kita sakaratul maut nanti. Kondisi kita sedang seperti apa? Kalau pas lagi maksiat gimana? Padahal rencana sorenya mau taubat. Gimana tuh kalau siangnya maut lebih dahulu datang menjemput kita? Oleh sebab itu. Cepatlah beristigfar kepada Allah jika kita melakukan suatu dosa. Baik dosa kecil maupun dosa besar..
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Az-Zumar : 53
Kesimpulannya adalah. Ketika kita sedang berusaha meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, maka pasti akan ada yang membuat kita jenuh. Pemikiran diatas contohnya. Teman yang begitu nakal dan kurang baik ko malah banyak yang segan dengan dia, banyak temannya. Padahal saya baik sikapnya, baik ucapakannya, ko dikit temannya. Eemmmmm…begini. temanmu mungkin sedikit, namun, berkualitas. InsyaAllah. Lalu, apa tugasmu untuk teman-temanmu yang belum paham itu? Jelas. Dakwah. Bantulah mereka. Peringatilah mereka. Jangan dijauhi apalagi dimaki-maki. Sebab dulu kita pasti seperti mereka sebelum kita mendapatkan hidayah. Alhamdulillah. Nah, maka, setelah itu, jelas pula. Bahwa setan sangat tidak suka dengan kita. Mereka akan membisikan kita terus menurus agar kita melakukan keburukan. Jika kita melakuakan maksiat, maka langsunglah bertaubat. Kalahkan musuh-musuhmu itu. Yaitu setan yang terkutuk.
Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), QS Ar-Ra’d : 22