This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 20 Mei 2017

Dakwah di Social Media

Akhir-akhir ini, saya lagi aktif dakwah di Instagram. Kenapa saya dakwah disana? Sebab, saya melihat tidak sedikit teman-teman saya yang mempertontonkan yang seharusnya itu tidak dipertontonkan. Apa itu? ya, perzinahan. Dan dulu saya juga sama seperti itu, mempertontonkan perzinahan. Lalu, Tak juga di Instagram, di lingkungan sekolahpun juga banyak yang berzina, contohnya pacaran, berkata kasar, dan lain-lain.

            Banyak diantara kita di kalangan manusia tidak menganggap bahwasannya mengingatkan orang dari kesalahan atau kemungkaran, yaitu pelanggaran agama, bukan tanggung jawab kita, atau bukan dosa bagi kita. Sehingga pada saat kita melihat teman kita meninggalkan sholat, melihat teman kita sedang berzina, berpacaran, mendengar teman kita berkata kasar, dan apapun jenis kemungkaran, kita menggangap itu bukan urusan kita. Dan itu adalah hal yang sangat fatal jika kita tidak memahaminya. Kenapa? Karena jika kita melihat sebuah kemungkaran dengan kepala kita sendiri, lalu kita tidak meluruskan, tidak mengingatkan, maka, itu adalah salah satu dosa yang terus mengalir untuk kita, hingga, kita menasihati mereka. Bayangkan, pahala saja rasanya masih sedikit ya, eh malah nambah dosa setiap hari karena kita ga menasihati teman kita yang lagi berbuat kemungkaran.

            Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk berdakwah di social media, Instagram. Kenapa saya memilih Instagram? Sebab teman saya sangat ramai disana, dan pengikut akun saya cukup banyak. Alhamdulillah. Akhirnya, saya mencoba untuk dakwah melalui snapgram yang Alhamdulillah banyak yang lihat, walaupun, mungkin, banyak juga yang melewati itu semua. Tapi tidak apa-apa, yang penting saya sudah berusaha untuk menasihati mereka dan InsyaAllah memberhentikan dosa yang terus mengalir itu. hehe. Saya hanya berusaha menjadi teman yang baik untuk mereka dan saya benar-benar takut akan siksa-Nya.

            Cara dakwah saya terkesan menyindir lalu memberikan solusi, menjelaskan dan memotivasi. Saya mencoba untuk menyindirnya dengan tegas dan jelas sehingga mereka yang masih pacaran itu sadar bahwa saya sedang berbicara dengan mereka. Saya jelaskan kenapa pacaran itu haram? Lalu saya bertanya, untuk apa sih pacaran? Ada yang bisa jelaskan? Apakah Teman belum cukup untuk membuatmu bahagia? Apakah Keluarga juga belum cukup untuk membuatmu nyaman? Ataupun Allah pun belum cukup untukmuu?! … nah seperti itu sindiran kerasnya. Jujur, sindiran saya adalah nasihat bagi mereka yang paham, dan pasti, bagi mereka yang tidak paham, akan tidak suka dengan saya. Saya sadar namun saya cuek aja. Sebab, selama itu baik, niatnya baik, maka itu tidak masalah, InsyaAllah. Namun, jika memang ada yang merasa tidak suka, saya mohon maaf ya hehe.. sungguh saya ingin teman saya selamat dan saya juga selamat InsyaAllah. Jujur, banyak yang mendukung dan berterima kasih, namun, ada juga yang ga suka. Ko saya tau? Tau lah. Hihi banyak cerita lohh dari yang mendukung saya…. Hehe Alhamdulillah. Jadi bahan introspeksi juga hehe

            Lalu memberikan solusi dan memotivasi. Sebenarnya, motivasi bagi para pendosa seperti kita ini adalah satu. Bahwa, ampunan Allah itu selalu terbuka, maka jangan menyerah dengan ampunan Allah, raihlah ampunan Allah itu dengan cara kamu berubah dan kembali kepada Allah. Itu solusi. Dan itu motivasi bagi mereka yang  sadar dan paham. Ayolah…kembali….Allah itu Maha Pengampun… ayo cepatt kembali!! Sudahlah, ga ada gunanya pacaran. Allah lebih sangat bisa menyayangimu, lebih jago membuatmu bahagia. Hehe.

            Itulah sebab, kenapa saya dakwah di social media. Karena saya takut akan dosa yang terus mengalir yang disebabkan saya diam, ketika saya melihat sebuah kemungkaran.

Apapun yang coba saya sampaikan itu adalah berdasarkan ilmu yang saya ketahui dari guru-guru saya, ada ustadz khalid, ustadz Adi, dan lain-lain. Yang ini deh, dosa yang terus mengalir, itu adalah kajian dari ustadz khalid, dosa besar ke-78, 'tidak mengingkari kemungkaran' judulnya. Buka di YT deh hehe. Alhamdulillah sekarang saya merasa agak tenang, karena saya fikir semuanya sudah baca snapgram saya, sudah baca nasihat saya InsyaAllah. Untuk teman-teman SD, SMP, SMA yang saya melihat mereka berpacaran, ya setidaknya saya sudah menasihati ya hehe… yang suka ngomong kasar, juga saya udah ingatkan hehe..

Oh ya, ingat! Ketika saya menasihati, bisa saja saya juga melakukan hal yang saya nasihati itu. contoh, ngomong kasar. Astaghfirullah. Haha. Kalau lagi main game dan badminton tuh biasanya suka khilaf. Haha dan itu adalah tugas kalian untuk mengingatkan saya. Hehe karena saya juga jauh dari kata sempurna dan sering sekali berbuat hal buruk. Oleh sebab itu, yuk saling mengingatkan satu sama lain. Jangan malah diledekin ya hahaha nanti malah gini ‘di Instagram nyuruh bgini bgitu, ehhh ternyata dia juga begitu’ hahaha. Itu salah tuh hehe manusia itu hobynya khilaf. Dan kita tau bersama bahwa, iman itu kadang naik kadang turun. Hehe jadi teruslah kita mengingatkan agar kita juga selamat. InsyaAllah.

Akhirnya setelah saya fikir semuanya atau sebagiannya sudah pada membaca dan paham, kini saya berhenti dakwah di instagram. Sebab saya mempertimbangakan kalau saya terus dengan bahasan yang sama, dikiranya seperti memaksa, jadi takut ada yang sakit hati. Padahal tidak sama sekali. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan sebuah kesadaran. Hehe baiklah. Mohon maaf kalau ada yang merasa sakit hati, namun saya yakin, itu karena mereka belum paham secara total. Semoga suatu saat mereka memahami. Aamiin… tugasku hanyal menasihati. Hidayah hanya ada pada Allah.

Dakwah di instagram cukup. Tapi dakwah di tempat lainnya akan terus berlanjut. InsyaAllah. Karena itu adalah kewajiban kita sebagai manusia. hehe

Semoga kita teramasuk orang-orang yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk kembali kepada jalan Allah sebelum maut datang menjemput kita. Aamiin.


‘Sesungguhnya jikalau ada seseorang yang menasihati, maka nasihatnya itu utamanya adalah untuk diri dia sendiri, yang kedua adalah untuk mereka yang membacanya atau yang mendengarkan nasihat itu’– Iqbal darmawan

Jumat, 19 Mei 2017

Dare to Change [Episode 2]

Masa SMP pun datang. Saya berada dalam kelas olahraga, padahal saya bukan atlit. Namun, saya menulis hoby saya saat itu adalah badminton dan futsal. Mungkin itu yang membuat saya terperangkap dalam kelas atlit ini. Loh kok bahasanya ‘terperangkap’? yap. Disana saya menjadi seorang ketua kelas, dan kelas itu adalah KANDANG MACAN! Kenapa saya bilang gitu? Isinya ya ampun… buandel semuaa..aduuu.. ketika itu saya hanya berkata ‘itu yang namanya apes bal’. Haha. Namun ternyata saya sekarang sadar, bahwa Tuhan memberikan sebuah pengalaman yang berharga untuk saya. Saat disana dilatih untuk menjadi pemimpin, berani untuk berbicara, berani untuk memutuskan, salah satunya, memutuskan untuk ngadu ke guru kalau kelas sangat tidak kondusif. Haha ‘pak, kelas siaga 1!’ haha itu saking parahnya tuh kelas.

Pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil adalah saya bisa mengenal banyak karakter manusia. Bahwa, Oh ternyata ada toh orang seperti ini, oh ternyata ada toh orang seperti itu, lalu saya belajar bagaimana cara kita menyikapinya, dan masih banyak pelajaran berharga dari mereka. Dan mereka semua walaupun buandel, mereka adalah teman saya yang baik. Sebab, saya merasa aman 3 tahun di smp itu. Kenapa? Aman, pentolan smpnya temen saya semua. Hahaha.

            SMP Kelas 8, masih dikelas olahraga, namun, mungkin karena kelas 7 kelasnya bandel, jadi sama guru di pisah-pisahin. Haha. Disana saya diberikan kepercayaan sebagai bendahara kelas bersama temen saya atau bisa dibilang sahabat saya waktu smp. 3 tahun selalu bersama.namanya shofiyah. Ada juga yang 3 tahun bareng, namanya Esa. Hehe. Mmm…Kelas 8 tidak terlalu parah. Namun yang berharga adalah ketika saya dipercaya menjadi bendahara itu tadi. Memegang uang itu tidak mudah loh kawan.. hehe

            Kelas 9 SMP, Saya masuk kelas unggulan. Keren ey, 98. Hmm saya pikir kelas unggulan itu kutu buku. Eh ternyata, kok error seru semua gitu yah haha. Disana yang laki-laki hanya 11 orang termasuk saya. Sisanya perempuan. Alhamdulillah ya hahaha. Nah, Yang kasihan itu anak 94. Isinya cowo semua. Haha nasib. hmmm Serulah pokoknya ni kelas. Dah gitu, pinter-pinter semua pula. Lengkap sudah pengalaman di SMP. Kelas 7 temen-temennya buandel, kelas 8 membaik, dan akhirnya kelas 9 sempurna. Ciahhh… Alhamdulillah. Dan satu lagi sebagai pelengkap pengalaman adalah…..disana saya melakukan sebuah hal yang tidak terpuji hahaha apa itu? Yap. saya pacaran loh… Hahaha gak perlu sebut merek ya yang ini. hihi..hmm Ini juga yang membuat waktu saya habis, dan sempat menjauh dengan Allah. dan memang, waktu itu saya belum kenal kata zina, dll. masih buta ilmu. hehe. namun, itu bukan salah dia, tapi salah saya, dan itu tidak apa apa. Karena Itu semua adalah pengalaman berharga, itu adalah sebuah kesalahan yang sangat berharga bagi saya. Dan saya selalu berkata ‘untuk hal ini, anda tidak boleh jatuh dilubang yang sama’. Saya selesai pacaran pada saat SMA kelas 10 akhir. Karena ada hidayah Allah melalui seorang teman saya yang habis putus dan berkata kepada saya ‘bal, baca buku udah putusin aja nya ustadz felix’ siapa orang itu? Namanya Suci hehe. Nah saya baca deh bukunya, eh, saya benar-benar merasa di pukul K.O dengan isi buku itu. semua belaan saya tentang pacaran itu bodoh sekali ternyata. bener-bener di tampol abis rasanya. hmm....ada perkataan ustadz felix, gini tulisannya 'tapi pak ustadz, saya kan sayang sama dia? - Kamu dusta! sayang tapi kok rela berdua dibakar di Neraka! itu yang dinamakan sayang?' BOOM! begitulah kira-kira. dan setelah itu saya sadar, dan saya bertaubat. itu artinya saya dengan cepat untuk mengambil hidayah Allah itu. Alhamdulillah.


'faktor terpenting dalam perubahan adalah, pertolongan Tuhan yang kamu cepat mengambilnya (peka)'-iqbal Darmawan


           Itu adalah Jalan Tuhan ke dua dan ketiga juga ke-empat, yaitu,

        kedua, Tuhan berikan kamu sebuah pengalaman agar kamu bisa paham tentang kehidupan dengan Cara-Nya, seperti, diberikan teman yang bandel, dan diberikan sebuah kepercayaan. Dan yang pasti, Tuhan tau bahwa kamu bisa melakukannya, kamu bisa menyikapinya, dan disitulah kita belajar.
         Lalu yang ketiga itu adalah ketika ada Teman yang menasihatimu, dengarkanlah, jika itu baik, itu PASTI datangnya dari Allah. Itu adalah pertolongan Allah. Jadi, apakah kamu mau ambil atau tidak, itu adalah pilihan. Karena Allah memberikan kamu akal dan hawa nafsu agar kamu berfikir dan memilih. Dan saya memilih untuk mengambilnya. Alhamdulillah.
       Dan yang keempat, ketika kamu merasa jauh, itu juga bagian dari ujian dari Allah. Jangan menyerah dari rahmat Allah, Jangan menyerah untuk memohon ampun kepada Allah. 

'Bertemanlah dengan siapapun, karena temanmu itu adalah manusia yang dipercaya oleh Allah untuk menjadikan kamu manusia yang baik. itu, jika kamu menyadari.' -Iqbal Darmawan


Itu beberapa cara Allah yang mungkin kita tidak sadari hehe...

pertama, keluarga, mama, papa, kakak, adik yang selalu menasihati kamu
kedua, diberikan pengalaman dan kepercayaan agar kita dapat belajar
ketiga, dimana ada satu waktu, temanmu menasihatimu dan rasanya kamu seperti di tampol.
keempat, kamu diberikan rasa jauh dari Allah, namun itu semata-mata agar kamu berusaha kembali untuk menggapai rahmat Allah.


Bersambung..... hehe

'Jika kamu merasa tidak mampu berlomba dengan para orang alim, maka berlombalah dengan para pendosa untuk kembali kepada Allah' -Ustadz Adi Hidayat

Dare to Change [Episode 1]

Perkenalkan, nama saya Muhammad Iqbal Darmawan, saya ingin berbagi cerita, berbagi sebuah hal penting yang mungkin bisa dijadikan motivasi. teman, sesungguhnya penentu hidupmu adalah dirimu, dan Tuhan itu memberikan jalan kepadamu tanpa kamu menyadari. Apa saja sih 'Jalan Tuhan yang kita tidak sadari itu'?. saya telah mencoba untuk menulisnya dan saya ingin menceritakan secara singkat disini hehe. judulnya adalah dare to change, berani berubah.

'ketika kamu berani untuk berubah, dan kamu mau berubah, kamu memiliki niat, maka Tuhan akan memudahkanmu dengan cara-Nya yang tidak kamu rasakan' - iqbal

Dulu, saat SD kelas 4, saya adalah seorang yang nakal. Sangat nakal. Suer. Hampir tidak naik kelas karena saking buandelnya. Tapi Alhamdulillah, saya kembali dijalan yang benar saat 6 SD dan mendapatkan nem yang cukup tinggi, kalau tidak salah rata-ratanya 8,5. Wow banget untuk seorang anak yang sangat amat buandel 2 tahun sebelumnya. Nah, lalu, Kenapa saya bisa berubah? ternyata semua adalah karena keluarga. Ya. Keluarga.

Mama saya berhenti kerja dan mengambil tugas belajar S3nya, hanya untuk menemani saya di rumah untuk belajar, dan saat itu saya dibelikan computer agar bisa bermain dirumah saja agar tidak keluar-keluar untuk main di warnet lagi. Bukan melarang untuk bergaul, tapi itu cara menyudahi hal buruk. Bergaulnya di sekolah saja, main? Ya di rumah. Dan saat itulah semuanya dimulai dari awal. Papa saya selalu menceramahi saya, setiaaapppp saat. Diulang, diulang, dan diulang. ‘mas sholat, mas sholat, mas sholat’ dan terus seperti itu. Dan masih ada banyak materi ceramah papa saya yang lainnya yang juga diulang-ulang. Adik saya, walaupun dia adalah adik. Namun, jiwanya bisa dikatakan seorang kakak ketika melihat saya sedih karena masalah apapun. Termasuk waktu saya dimarahin mama atau papa. ‘sabar ya mas*sambil dipeluk*’. termasuk saat kalah main ps bola sama papa hahaha bercanda deng. Dan adik saya saat itu kira-kira masih kelas 3 SD. Keren ya.

Kesimpulannya. Saat saya SD, keluarga saya semuanya berkontribusi full untuk perubahan saya. Dan itu hebat. Dan yang terpenting adalah mereka mengajarkan saya bagaimana cara berbicara yang beretika dan juga berakhlak. Dan itu adalah hal yang penting. Memang, itulah saya, seorang anak buandel yang berubah menjadi anak yang baik karena keluarganya berada pada posisi terdepan untuk sebuah perubahan yang abadi bagi dia, si anak buandel. Sekali lagi. Biar lebai. Super duper buandel. Hehe

‘Keluarga adalah sebuah hal terhebat yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.’ - iqbal Darmawan

Kata mama saya, ‘mas, sekolahlah untuk bersenang-senang, untuk mencari teman dan mengenal arti kehidupan. Nilai, rank, itu nomer dua buat mama. Tapi akhlak, bagaimana cara mas Iqbal bergaul, bagaimana tutur kata mas Iqbal, itu yang terpenting untuk mama.’

Kata papa saya, ‘sholat itu yang terpenting, papa minta, jangan tinggal sholat satu kalipun ya mas, kehidupan ini sebentar banget mas, ga perlu bercapek-capek untuk mengejar dunia. Percuma hidup lama, kalau ga sholat.’

Kata adik saya, ‘aku akan selalu ada untuk mas Iqbal, karena kita satu paket.’

Kata ketiganya, ‘mas, sekolahlah untuk bersenang-senang, untuk mencari teman dan mengenal arti kehidupan. Nilai, rank, itu nomer dua. Tapi akhlak, bagaimana cara mas Iqbal bergaul, bagaimana tutur kata mas Iqbal, itu yang terpenting. Lalu, sholat itu yang paling penting, kami minta, jangan tinggal sholat satu kalipun ya mas, kehidupan ini sebentar banget mas, ga perlu bercapek-capek untuk mengejar dunia. Percuma hidup lama, kalau ga sholat. Dan kami akan selalu ada untuk mas Iqbal, karena kita satu paket.’ Itu juga untuk adik saya hehe, tinggal di ganti aja mas Iqbal jadi dek ayu.

itu adalah Jalan Tuhan yang pertama....melalui keluarga yang mensupport juga menasihati kita.

nah, selain itu, kita harus peka dalam melihat sebuah hal-hal kecil. contoh, saya hampir ga naik kelas. itu maksudnya apa? ya. Tuhan memberikan peringatan kepada saya. Alhamdulillah saya paham dan bangkit. lalu, misal, selalu di ceramahi oleh papa saya, itu juga atas pertolongan Allah. hehe begitu pula jika ada teman yang menasihatimu. itu bukan sedekar dia yang menasihati, namun ada pertolongan Allah melalui temanmu.Bahkan, sakit yang kamu rasakan itu adalah bagian dari kasih sayang Allah, agar kamu ingat akan kematian dan agar kamu kembali kepada jalan yang benar. InsyaAllah

'tidak ada manusia yang bodoh, adanya adalah manusia yang kurang pengalaman.' -iqbal