Akhir-akhir ini, saya lagi aktif dakwah di Instagram. Kenapa saya dakwah
disana? Sebab, saya melihat tidak sedikit teman-teman saya yang mempertontonkan
yang seharusnya itu tidak dipertontonkan. Apa itu? ya, perzinahan. Dan dulu
saya juga sama seperti itu, mempertontonkan perzinahan. Lalu, Tak juga di
Instagram, di lingkungan sekolahpun juga banyak yang berzina, contohnya
pacaran, berkata kasar, dan lain-lain.
Banyak
diantara kita di kalangan manusia tidak menganggap bahwasannya mengingatkan
orang dari kesalahan atau kemungkaran, yaitu pelanggaran agama, bukan tanggung
jawab kita, atau bukan dosa bagi kita. Sehingga pada saat kita melihat teman
kita meninggalkan sholat, melihat teman kita sedang berzina, berpacaran, mendengar
teman kita berkata kasar, dan apapun jenis kemungkaran, kita menggangap itu
bukan urusan kita. Dan itu adalah hal yang sangat fatal jika kita tidak
memahaminya. Kenapa? Karena jika kita melihat sebuah kemungkaran dengan kepala
kita sendiri, lalu kita tidak meluruskan, tidak mengingatkan, maka, itu adalah
salah satu dosa yang terus mengalir untuk kita, hingga, kita menasihati mereka.
Bayangkan, pahala saja rasanya masih sedikit ya, eh malah nambah dosa setiap
hari karena kita ga menasihati teman kita yang lagi berbuat kemungkaran.
Oleh sebab
itu, saya memutuskan untuk berdakwah di social media, Instagram. Kenapa saya
memilih Instagram? Sebab teman saya sangat ramai disana, dan pengikut akun saya
cukup banyak. Alhamdulillah. Akhirnya, saya mencoba untuk dakwah melalui snapgram
yang Alhamdulillah banyak yang lihat, walaupun, mungkin, banyak juga yang
melewati itu semua. Tapi tidak apa-apa, yang penting saya sudah berusaha untuk
menasihati mereka dan InsyaAllah memberhentikan dosa yang terus mengalir itu.
hehe. Saya hanya berusaha menjadi teman yang baik untuk mereka dan saya
benar-benar takut akan siksa-Nya.
Cara dakwah
saya terkesan menyindir lalu memberikan solusi, menjelaskan dan memotivasi.
Saya mencoba untuk menyindirnya dengan tegas dan jelas sehingga mereka yang masih
pacaran itu sadar bahwa saya sedang berbicara dengan mereka. Saya jelaskan
kenapa pacaran itu haram? Lalu saya bertanya, untuk apa sih pacaran? Ada yang
bisa jelaskan? Apakah Teman belum cukup untuk membuatmu bahagia? Apakah
Keluarga juga belum cukup untuk membuatmu nyaman? Ataupun Allah pun belum cukup
untukmuu?! … nah seperti itu sindiran kerasnya. Jujur, sindiran saya adalah
nasihat bagi mereka yang paham, dan pasti, bagi mereka yang tidak paham, akan
tidak suka dengan saya. Saya sadar namun saya cuek aja. Sebab, selama itu baik,
niatnya baik, maka itu tidak masalah, InsyaAllah. Namun, jika memang ada yang
merasa tidak suka, saya mohon maaf ya hehe.. sungguh saya ingin teman saya
selamat dan saya juga selamat InsyaAllah. Jujur, banyak yang mendukung dan
berterima kasih, namun, ada juga yang ga suka. Ko saya tau? Tau lah. Hihi banyak
cerita lohh dari yang mendukung saya…. Hehe Alhamdulillah. Jadi bahan
introspeksi juga hehe
Lalu
memberikan solusi dan memotivasi. Sebenarnya, motivasi bagi para pendosa
seperti kita ini adalah satu. Bahwa, ampunan Allah itu selalu terbuka, maka
jangan menyerah dengan ampunan Allah, raihlah ampunan Allah itu dengan cara
kamu berubah dan kembali kepada Allah. Itu solusi. Dan itu motivasi bagi mereka
yang sadar dan paham.
Ayolah…kembali….Allah itu Maha Pengampun… ayo cepatt kembali!! Sudahlah, ga ada gunanya pacaran. Allah lebih sangat bisa
menyayangimu, lebih jago membuatmu bahagia. Hehe.
Itulah
sebab, kenapa saya dakwah di social media. Karena saya takut akan dosa yang
terus mengalir yang disebabkan saya diam, ketika saya melihat sebuah
kemungkaran.
Apapun yang coba saya sampaikan itu
adalah berdasarkan ilmu yang saya ketahui dari guru-guru saya, ada ustadz
khalid, ustadz Adi, dan lain-lain. Yang ini deh, dosa yang terus mengalir, itu
adalah kajian dari ustadz khalid, dosa besar ke-78, 'tidak mengingkari
kemungkaran' judulnya. Buka di YT deh hehe. Alhamdulillah sekarang saya merasa
agak tenang, karena saya fikir semuanya sudah baca snapgram saya, sudah baca nasihat
saya InsyaAllah. Untuk teman-teman SD, SMP, SMA yang saya melihat mereka
berpacaran, ya setidaknya saya sudah menasihati ya hehe… yang suka ngomong
kasar, juga saya udah ingatkan hehe..
Oh ya, ingat! Ketika saya
menasihati, bisa saja saya juga melakukan hal yang saya nasihati itu. contoh,
ngomong kasar. Astaghfirullah. Haha. Kalau lagi main game dan badminton tuh
biasanya suka khilaf. Haha dan itu adalah tugas kalian untuk mengingatkan saya.
Hehe karena saya juga jauh dari kata sempurna dan sering sekali berbuat hal
buruk. Oleh sebab itu, yuk saling mengingatkan satu sama lain. Jangan malah
diledekin ya hahaha nanti malah gini ‘di Instagram nyuruh bgini bgitu, ehhh
ternyata dia juga begitu’ hahaha. Itu salah tuh hehe manusia itu hobynya
khilaf. Dan kita tau bersama bahwa, iman itu kadang naik kadang turun. Hehe
jadi teruslah kita mengingatkan agar kita juga selamat. InsyaAllah.
Akhirnya setelah saya fikir
semuanya atau sebagiannya sudah pada membaca dan paham, kini saya berhenti
dakwah di instagram. Sebab saya mempertimbangakan kalau saya terus dengan bahasan
yang sama, dikiranya seperti memaksa, jadi takut ada yang sakit hati. Padahal tidak
sama sekali. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan sebuah
kesadaran. Hehe baiklah. Mohon maaf kalau ada yang merasa sakit hati, namun
saya yakin, itu karena mereka belum paham secara total. Semoga suatu saat
mereka memahami. Aamiin… tugasku hanyal menasihati. Hidayah hanya ada pada
Allah.
Dakwah di instagram cukup. Tapi dakwah
di tempat lainnya akan terus berlanjut. InsyaAllah. Karena itu adalah kewajiban
kita sebagai manusia. hehe
Semoga kita teramasuk orang-orang
yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk kembali kepada jalan Allah sebelum
maut datang menjemput kita. Aamiin.
‘Sesungguhnya jikalau ada seseorang
yang menasihati, maka nasihatnya itu utamanya adalah untuk diri dia sendiri,
yang kedua adalah untuk mereka yang membacanya atau yang mendengarkan nasihat
itu’– Iqbal darmawan