This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 02 Agustus 2017

BOSAN JADI ORANG BAIK?

Pernah beberapa kali saya berfikir bahwa jadi orang baik yang mengajak orang untuk berubah itu justru dijauhin, ga banyak teman, ya pokoknya seperti itu. Ketika saya mencoba untuk berdakwah, mungkin ada saja yang tidak suka dengan saya. Kemudian, saya mencoba membedakan sikap saya sekarang dengan mereka yang bahasanya kasar, pergaulannya ga baik, sukanya merokok, kebuka auratnya. Kok malah banyak temennya sih ya. Sedih. Dan bingung. Hmm Aneh.

Pernah berfikir sekali. Apa saya jadi bandel aja ya? Apa saya gabung dengan mereka aja ya? Biar banyak teman, di ajak ngobrol, jadi orang yang di tunggu-tunggu karena kebandelannya, dan sebagainya. Emmm… untungnya itu hanya pemikiran kecil saja. Jelas. Saya tidak akan seperti itu. Sampai kapanpun! InsyaAllah.

Coba bayangkan. Bahasanya kasar. Omongannya jorok. Share-an linenya buruk. Tapi kok malah banyak yang nemenin ya. Heran. Demi Allah, heran banget saya. Ada apa dengan ini semua? Saya selalu bertanya tentang hal ini kepada diri saya. Ko bisa? Ko bisa ini semua terjadi? Bahkan, ketika saya dakwah, malah ada yang ga suka. So, wajarkan kenapa saya semakin heran?

Jika dakwah saya caranya salah, bisa dong dinasihati. Bukan di caci. Giliran mereka, yang salah gaul, berkata buruk, justru banyak yang tertawa karena keburukannya itu. Ini ada apa sebenarnya? Ingin sekali marah, namun buat apa? Itu hanya akan membuat mereka semakin jauh dari saya. Dan saya tidak mengarapkan itu terjadi.

Dan akhirnya, suatu saat saya membaca Al-Qur’an. Diterangkan didalamnya. Bahwa. Intinya adalah. Akan ada orang yang berzina didepan mata saya. Akan ada orang yang berkata kasar didepan saya. Akan ada orang yang saling mencaci  antar sesama. Akan ada orang yang tidak suka dengan saya ketika saya berbuat baik, seperti dakwah dan sebagainya. Akan ada orang yang sangat membenci saya. Dan sejenis itu. Dan ternyata Al-Qur’an telah memprediksi itu semua. Dan kini saya tau dan paham. Kenapa ada orang-orang seperti itu? Kenapa? Ternyata. Tuhan ingin, agar saya mengambil pelajaran.

Jelas. Jelas itu adalah sebuah jawaban. Saya tak ragu sedikitpun atas penjelasan itu (Al-Qur’an). Oleh sebab itu. Saya lanjutkan dakwah saya yang sempat berhenti karena bosan dan berfikir tentang itu tadi.

Setelah saya paham. Justru bukan hanya manusia yang menganggu saya. Namun, pastinya, setan semakin tidak suka dengan saya. Mereka intens dalam memberikan rasa was-was kepada saya. Dan sering kali saya merasa pemikiran lama itu terfikirkan kembali. Buat apa anda baik? Teman anda berkata kasar, pergaulan mereka salah,  namun dengan mereka seperti itu, mereka disegani.  Tapi tidak. Saya sudah paham. An-Naas, surah penutup dalam Al-Qur’an. Aku berlindung dari godaan setan yang memberikan rasa was-was. Dan setan itu, dari golongan jin dan manusia.

Sempat saya jatuh lagi setelah saya paham tentang ayat itu. Sebab setan itu tidak akan berhenti untuk membisikan kepada saya untuk menjadi teman mereka kelak di neraka. So, apa yang harus saya lakukan?

Ketika itu saya mendengar kajian di Youtube. Ada yang bertanya disana. Bagaimana jika kita sudah taubat, tapi maksiat lagi? Jawabannya jelas. Allah itu siksanya pedih, namun ampunannya itu lebih luas dari pada siksanya. Yang jadi pertanyaannya adalah. Ketika kita sakaratul maut nanti. Kondisi kita sedang seperti apa? Kalau pas lagi maksiat gimana? Padahal rencana sorenya mau taubat. Gimana tuh kalau siangnya maut lebih dahulu datang menjemput kita? Oleh sebab itu. Cepatlah beristigfar kepada Allah jika kita melakukan suatu dosa. Baik dosa kecil maupun dosa besar..


Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Az-Zumar : 53

Kesimpulannya adalah. Ketika kita sedang berusaha meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, maka pasti akan ada yang membuat kita jenuh. Pemikiran diatas contohnya. Teman yang begitu nakal dan kurang baik ko malah banyak yang segan dengan dia, banyak temannya. Padahal saya baik sikapnya, baik ucapakannya, ko dikit temannya. Eemmmmm…begini. temanmu mungkin sedikit, namun, berkualitas. InsyaAllah. Lalu, apa tugasmu untuk teman-temanmu yang belum paham itu? Jelas. Dakwah. Bantulah mereka. Peringatilah mereka. Jangan dijauhi apalagi dimaki-maki. Sebab dulu kita pasti seperti mereka sebelum kita mendapatkan hidayah. Alhamdulillah. Nah, maka, setelah itu, jelas pula. Bahwa setan sangat tidak suka dengan kita. Mereka akan membisikan kita terus menurus agar kita melakukan keburukan. Jika kita melakuakan maksiat, maka langsunglah bertaubat. Kalahkan musuh-musuhmu itu. Yaitu setan yang terkutuk. 


Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), QS Ar-Ra’d : 22

Rabu, 26 Juli 2017

Ada apa?

Negeri yang luar biasa
Tanahnya subur dan tak ada pembandingnya
Alamnya indah membuat siapapun terpesona ketika melihatnya
Sungguh Tuhan cinta pada negeri kita

Namun, lihatlah apa yang dilakukan oleh penghuninya
Menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya
Korupsi merajalela
Kejahatan dimana-mana
Dan itu adalah hal yang biasa

Hai para penghuni negeri!
Tidakkah kamu bersyukur atas nikmat-Nya?
Kamu gunakan semua titipan-Nya itu dengan cuma-cuma
Apakah kamu sedang menunggu azab dari-Nya?

Ulama kau hina
Agama sendiripun kau nista
Mata selalu berzina
Mulut selalu berdusta
Tangan dan kaki tidak berguna


Ada apa dengan penghuni negeri super kaya?

-Muhammad Iqbal Darmawan

10.10 PM
26/7/2017

Selasa, 25 Juli 2017

Dare to Change [Episode 3]

Langsung ke masa SMA kelas 10. Lagi-lagi saya jadi ketua kelas. Padahal saya ga tau apa-apa, tiba-tiba di tunjuk sama walikelas untuk jadi formatur ketua kelas. Dan Alhamdulillah, saya dipercaya jadi ketua kelas oleh teman-teman. Oke oke. Nah, dikelas 10 awal ini saya masih pacaran. Hingga akhirnya putus di semester 2 awal. Di awal kelas 10 saya merasa galau dan baperan. Terkesan emosian dan sejenisnya. Teman-temanpun sepertinya melihat saya aneh. Dan katanya otoriter haha padahal kalau boleh jujur, ketika saya marah dan tegas itu memiliki alasan. Tapi mungkin karena sedang berada dalam posisi galau, jadi ya jadi over kali ya. Lupa hehe. Tapi gapapa. Itu juga adalah sebuah pengalaman. Dan mereka adalah teman yang baik. Menasihati saya untuk gak baperan dengan cara mendiamkan saya dan ada juga yang bilang langsung. Emm ya beberapalah ya.

Dan akhirnya saya mengintrospeksi diri saya saat liburan semester 1. Karena pasti ada yang salah. Dan ternyata, karena pacaran itu tadi. Ya, Salah saya itu tadi hehe. Pada akhirnya saya putus dan Alhamdulillah saya gak baperan lagi dan bisa beradaptasi dengan cara bercanda teman-teman saya di kelas yang pada saat awal ketemu saya pikir aneh. Masa nih, saya ngelawak, saya di diemin. Kan aneh ya haha. Mana datar banget pula mukanya, kan kesel yak, baperlah jadinya hahaha. Colek ah. Kalau sekarang mah, kalau ga lucu saya ketawa sendiri aja. Haha simple. Nah, itulah masa kelas 10 saya. Bersama teman-teman yang berani mengingatkan saya untuk menjadi lebih baik.

Cobalah berfikir. Jika kamu merasa kurang, pasti ada yang salah dari keseharianmu. dan jika kamu sudah tau apa yang salah dari itu, maka tegaslah dengan pendirianmu -Iqbal Darmawan

Zina itu membuat kita lupa dengan diri kita sendiri yang sebenarnya -Iqbal


            Kemudian kelas 11 SMA. Nah, disini, disini saya mulai dekat dengan temen-temen di lingkungan masjid. Sayapun bergabung DKM Al-Jihad, ya, ekskul Rohis. Dan lucunya, baru masuk rohis, saya langsung jadi bendahara umum. Kenapa? Tanya aja sama si paketu. Hehe. Saya mulai memperdalam ilmu agama. Saya ga pernah ikut mentoring, namun, saya hanya suka ngobrol-ngobrol aja sama adik kelas 10 yang juga hobynya di masjid dan mereka ilmu agamanya lebih oke. Faqih, juga selalu bikin saya termotivasi untuk memperdalam islam. karena dia juga hafidz Qur’an, dan kalau habis sholat dhuha, dulu, dia suka baca Al-Baqarah tanpa lihat Al-Qur’annya, itu keren banget, saya diam-diam mendengarkannya dengan penuh ketenangan. Dan saya jadi pengen menghafal Al-Qur’an. Hehe Alhamdulillah, hidayah Allah itu datang dari kanan kiri depan belakang atas bawah, dan bersyukur aku diberikan nikmat islam dan iman itu. Hehe. Akhirnya, Alhamdulillah saya menjadi muadzin disana, dan saya senang. Suara saya ini katanya lumayan saat bernyanyi, jadi setelah perdalam islam, saya paham, bahwa apapun yang Allah titipkan itu ada tujuannya. Oleh sebab itu, suara ini, harus dimanfaatkan untuk kebaikan, untuk mengajak orang melaksanakan sholat, itu adalah hal yang sangat baik dan berpahala. InsyaAllah. Jadi itu, kelas 11, adalah saat dimana saya memulai menjadi seorang muslim yang baik. InsyaAllah. Oh ya, kondisi kelasnya gimana? Kondisi kelasnya oke punya, aman-aman aja, ketua kelasnya aja ketua osis hehe

Mulailah berani untuk berubah sedikit demi sedikit, sebab tidak ada yang langsung jadi, semuanya butuh proses - Iqbal Darmawan

dari sini saya menyimpulkan bahwa, yang kelima adalah
telingamu adalah sumber hidayah, hatimu adalah sumber hidayah, matamu itu juga sumber hidayah. dan ketika kamu berzina, bermaksiat kepada Allah. maka, kamu telah menutup itu semua. dan sebaliknya. jika kamu menjauhi larangan Allah itu, maka telinga, hati, dan matamu itu akan mudah menerima hidayah-Nya itu. Bacalah dan pahami Al-Qur'an itu, agar kamu mendapat petunjuk.

Bersambungg....

Sabtu, 20 Mei 2017

Dakwah di Social Media

Akhir-akhir ini, saya lagi aktif dakwah di Instagram. Kenapa saya dakwah disana? Sebab, saya melihat tidak sedikit teman-teman saya yang mempertontonkan yang seharusnya itu tidak dipertontonkan. Apa itu? ya, perzinahan. Dan dulu saya juga sama seperti itu, mempertontonkan perzinahan. Lalu, Tak juga di Instagram, di lingkungan sekolahpun juga banyak yang berzina, contohnya pacaran, berkata kasar, dan lain-lain.

            Banyak diantara kita di kalangan manusia tidak menganggap bahwasannya mengingatkan orang dari kesalahan atau kemungkaran, yaitu pelanggaran agama, bukan tanggung jawab kita, atau bukan dosa bagi kita. Sehingga pada saat kita melihat teman kita meninggalkan sholat, melihat teman kita sedang berzina, berpacaran, mendengar teman kita berkata kasar, dan apapun jenis kemungkaran, kita menggangap itu bukan urusan kita. Dan itu adalah hal yang sangat fatal jika kita tidak memahaminya. Kenapa? Karena jika kita melihat sebuah kemungkaran dengan kepala kita sendiri, lalu kita tidak meluruskan, tidak mengingatkan, maka, itu adalah salah satu dosa yang terus mengalir untuk kita, hingga, kita menasihati mereka. Bayangkan, pahala saja rasanya masih sedikit ya, eh malah nambah dosa setiap hari karena kita ga menasihati teman kita yang lagi berbuat kemungkaran.

            Oleh sebab itu, saya memutuskan untuk berdakwah di social media, Instagram. Kenapa saya memilih Instagram? Sebab teman saya sangat ramai disana, dan pengikut akun saya cukup banyak. Alhamdulillah. Akhirnya, saya mencoba untuk dakwah melalui snapgram yang Alhamdulillah banyak yang lihat, walaupun, mungkin, banyak juga yang melewati itu semua. Tapi tidak apa-apa, yang penting saya sudah berusaha untuk menasihati mereka dan InsyaAllah memberhentikan dosa yang terus mengalir itu. hehe. Saya hanya berusaha menjadi teman yang baik untuk mereka dan saya benar-benar takut akan siksa-Nya.

            Cara dakwah saya terkesan menyindir lalu memberikan solusi, menjelaskan dan memotivasi. Saya mencoba untuk menyindirnya dengan tegas dan jelas sehingga mereka yang masih pacaran itu sadar bahwa saya sedang berbicara dengan mereka. Saya jelaskan kenapa pacaran itu haram? Lalu saya bertanya, untuk apa sih pacaran? Ada yang bisa jelaskan? Apakah Teman belum cukup untuk membuatmu bahagia? Apakah Keluarga juga belum cukup untuk membuatmu nyaman? Ataupun Allah pun belum cukup untukmuu?! … nah seperti itu sindiran kerasnya. Jujur, sindiran saya adalah nasihat bagi mereka yang paham, dan pasti, bagi mereka yang tidak paham, akan tidak suka dengan saya. Saya sadar namun saya cuek aja. Sebab, selama itu baik, niatnya baik, maka itu tidak masalah, InsyaAllah. Namun, jika memang ada yang merasa tidak suka, saya mohon maaf ya hehe.. sungguh saya ingin teman saya selamat dan saya juga selamat InsyaAllah. Jujur, banyak yang mendukung dan berterima kasih, namun, ada juga yang ga suka. Ko saya tau? Tau lah. Hihi banyak cerita lohh dari yang mendukung saya…. Hehe Alhamdulillah. Jadi bahan introspeksi juga hehe

            Lalu memberikan solusi dan memotivasi. Sebenarnya, motivasi bagi para pendosa seperti kita ini adalah satu. Bahwa, ampunan Allah itu selalu terbuka, maka jangan menyerah dengan ampunan Allah, raihlah ampunan Allah itu dengan cara kamu berubah dan kembali kepada Allah. Itu solusi. Dan itu motivasi bagi mereka yang  sadar dan paham. Ayolah…kembali….Allah itu Maha Pengampun… ayo cepatt kembali!! Sudahlah, ga ada gunanya pacaran. Allah lebih sangat bisa menyayangimu, lebih jago membuatmu bahagia. Hehe.

            Itulah sebab, kenapa saya dakwah di social media. Karena saya takut akan dosa yang terus mengalir yang disebabkan saya diam, ketika saya melihat sebuah kemungkaran.

Apapun yang coba saya sampaikan itu adalah berdasarkan ilmu yang saya ketahui dari guru-guru saya, ada ustadz khalid, ustadz Adi, dan lain-lain. Yang ini deh, dosa yang terus mengalir, itu adalah kajian dari ustadz khalid, dosa besar ke-78, 'tidak mengingkari kemungkaran' judulnya. Buka di YT deh hehe. Alhamdulillah sekarang saya merasa agak tenang, karena saya fikir semuanya sudah baca snapgram saya, sudah baca nasihat saya InsyaAllah. Untuk teman-teman SD, SMP, SMA yang saya melihat mereka berpacaran, ya setidaknya saya sudah menasihati ya hehe… yang suka ngomong kasar, juga saya udah ingatkan hehe..

Oh ya, ingat! Ketika saya menasihati, bisa saja saya juga melakukan hal yang saya nasihati itu. contoh, ngomong kasar. Astaghfirullah. Haha. Kalau lagi main game dan badminton tuh biasanya suka khilaf. Haha dan itu adalah tugas kalian untuk mengingatkan saya. Hehe karena saya juga jauh dari kata sempurna dan sering sekali berbuat hal buruk. Oleh sebab itu, yuk saling mengingatkan satu sama lain. Jangan malah diledekin ya hahaha nanti malah gini ‘di Instagram nyuruh bgini bgitu, ehhh ternyata dia juga begitu’ hahaha. Itu salah tuh hehe manusia itu hobynya khilaf. Dan kita tau bersama bahwa, iman itu kadang naik kadang turun. Hehe jadi teruslah kita mengingatkan agar kita juga selamat. InsyaAllah.

Akhirnya setelah saya fikir semuanya atau sebagiannya sudah pada membaca dan paham, kini saya berhenti dakwah di instagram. Sebab saya mempertimbangakan kalau saya terus dengan bahasan yang sama, dikiranya seperti memaksa, jadi takut ada yang sakit hati. Padahal tidak sama sekali. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan sebuah kesadaran. Hehe baiklah. Mohon maaf kalau ada yang merasa sakit hati, namun saya yakin, itu karena mereka belum paham secara total. Semoga suatu saat mereka memahami. Aamiin… tugasku hanyal menasihati. Hidayah hanya ada pada Allah.

Dakwah di instagram cukup. Tapi dakwah di tempat lainnya akan terus berlanjut. InsyaAllah. Karena itu adalah kewajiban kita sebagai manusia. hehe

Semoga kita teramasuk orang-orang yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk kembali kepada jalan Allah sebelum maut datang menjemput kita. Aamiin.


‘Sesungguhnya jikalau ada seseorang yang menasihati, maka nasihatnya itu utamanya adalah untuk diri dia sendiri, yang kedua adalah untuk mereka yang membacanya atau yang mendengarkan nasihat itu’– Iqbal darmawan

Jumat, 19 Mei 2017

Dare to Change [Episode 2]

Masa SMP pun datang. Saya berada dalam kelas olahraga, padahal saya bukan atlit. Namun, saya menulis hoby saya saat itu adalah badminton dan futsal. Mungkin itu yang membuat saya terperangkap dalam kelas atlit ini. Loh kok bahasanya ‘terperangkap’? yap. Disana saya menjadi seorang ketua kelas, dan kelas itu adalah KANDANG MACAN! Kenapa saya bilang gitu? Isinya ya ampun… buandel semuaa..aduuu.. ketika itu saya hanya berkata ‘itu yang namanya apes bal’. Haha. Namun ternyata saya sekarang sadar, bahwa Tuhan memberikan sebuah pengalaman yang berharga untuk saya. Saat disana dilatih untuk menjadi pemimpin, berani untuk berbicara, berani untuk memutuskan, salah satunya, memutuskan untuk ngadu ke guru kalau kelas sangat tidak kondusif. Haha ‘pak, kelas siaga 1!’ haha itu saking parahnya tuh kelas.

Pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil adalah saya bisa mengenal banyak karakter manusia. Bahwa, Oh ternyata ada toh orang seperti ini, oh ternyata ada toh orang seperti itu, lalu saya belajar bagaimana cara kita menyikapinya, dan masih banyak pelajaran berharga dari mereka. Dan mereka semua walaupun buandel, mereka adalah teman saya yang baik. Sebab, saya merasa aman 3 tahun di smp itu. Kenapa? Aman, pentolan smpnya temen saya semua. Hahaha.

            SMP Kelas 8, masih dikelas olahraga, namun, mungkin karena kelas 7 kelasnya bandel, jadi sama guru di pisah-pisahin. Haha. Disana saya diberikan kepercayaan sebagai bendahara kelas bersama temen saya atau bisa dibilang sahabat saya waktu smp. 3 tahun selalu bersama.namanya shofiyah. Ada juga yang 3 tahun bareng, namanya Esa. Hehe. Mmm…Kelas 8 tidak terlalu parah. Namun yang berharga adalah ketika saya dipercaya menjadi bendahara itu tadi. Memegang uang itu tidak mudah loh kawan.. hehe

            Kelas 9 SMP, Saya masuk kelas unggulan. Keren ey, 98. Hmm saya pikir kelas unggulan itu kutu buku. Eh ternyata, kok error seru semua gitu yah haha. Disana yang laki-laki hanya 11 orang termasuk saya. Sisanya perempuan. Alhamdulillah ya hahaha. Nah, Yang kasihan itu anak 94. Isinya cowo semua. Haha nasib. hmmm Serulah pokoknya ni kelas. Dah gitu, pinter-pinter semua pula. Lengkap sudah pengalaman di SMP. Kelas 7 temen-temennya buandel, kelas 8 membaik, dan akhirnya kelas 9 sempurna. Ciahhh… Alhamdulillah. Dan satu lagi sebagai pelengkap pengalaman adalah…..disana saya melakukan sebuah hal yang tidak terpuji hahaha apa itu? Yap. saya pacaran loh… Hahaha gak perlu sebut merek ya yang ini. hihi..hmm Ini juga yang membuat waktu saya habis, dan sempat menjauh dengan Allah. dan memang, waktu itu saya belum kenal kata zina, dll. masih buta ilmu. hehe. namun, itu bukan salah dia, tapi salah saya, dan itu tidak apa apa. Karena Itu semua adalah pengalaman berharga, itu adalah sebuah kesalahan yang sangat berharga bagi saya. Dan saya selalu berkata ‘untuk hal ini, anda tidak boleh jatuh dilubang yang sama’. Saya selesai pacaran pada saat SMA kelas 10 akhir. Karena ada hidayah Allah melalui seorang teman saya yang habis putus dan berkata kepada saya ‘bal, baca buku udah putusin aja nya ustadz felix’ siapa orang itu? Namanya Suci hehe. Nah saya baca deh bukunya, eh, saya benar-benar merasa di pukul K.O dengan isi buku itu. semua belaan saya tentang pacaran itu bodoh sekali ternyata. bener-bener di tampol abis rasanya. hmm....ada perkataan ustadz felix, gini tulisannya 'tapi pak ustadz, saya kan sayang sama dia? - Kamu dusta! sayang tapi kok rela berdua dibakar di Neraka! itu yang dinamakan sayang?' BOOM! begitulah kira-kira. dan setelah itu saya sadar, dan saya bertaubat. itu artinya saya dengan cepat untuk mengambil hidayah Allah itu. Alhamdulillah.


'faktor terpenting dalam perubahan adalah, pertolongan Tuhan yang kamu cepat mengambilnya (peka)'-iqbal Darmawan


           Itu adalah Jalan Tuhan ke dua dan ketiga juga ke-empat, yaitu,

        kedua, Tuhan berikan kamu sebuah pengalaman agar kamu bisa paham tentang kehidupan dengan Cara-Nya, seperti, diberikan teman yang bandel, dan diberikan sebuah kepercayaan. Dan yang pasti, Tuhan tau bahwa kamu bisa melakukannya, kamu bisa menyikapinya, dan disitulah kita belajar.
         Lalu yang ketiga itu adalah ketika ada Teman yang menasihatimu, dengarkanlah, jika itu baik, itu PASTI datangnya dari Allah. Itu adalah pertolongan Allah. Jadi, apakah kamu mau ambil atau tidak, itu adalah pilihan. Karena Allah memberikan kamu akal dan hawa nafsu agar kamu berfikir dan memilih. Dan saya memilih untuk mengambilnya. Alhamdulillah.
       Dan yang keempat, ketika kamu merasa jauh, itu juga bagian dari ujian dari Allah. Jangan menyerah dari rahmat Allah, Jangan menyerah untuk memohon ampun kepada Allah. 

'Bertemanlah dengan siapapun, karena temanmu itu adalah manusia yang dipercaya oleh Allah untuk menjadikan kamu manusia yang baik. itu, jika kamu menyadari.' -Iqbal Darmawan


Itu beberapa cara Allah yang mungkin kita tidak sadari hehe...

pertama, keluarga, mama, papa, kakak, adik yang selalu menasihati kamu
kedua, diberikan pengalaman dan kepercayaan agar kita dapat belajar
ketiga, dimana ada satu waktu, temanmu menasihatimu dan rasanya kamu seperti di tampol.
keempat, kamu diberikan rasa jauh dari Allah, namun itu semata-mata agar kamu berusaha kembali untuk menggapai rahmat Allah.


Bersambung..... hehe

'Jika kamu merasa tidak mampu berlomba dengan para orang alim, maka berlombalah dengan para pendosa untuk kembali kepada Allah' -Ustadz Adi Hidayat

Dare to Change [Episode 1]

Perkenalkan, nama saya Muhammad Iqbal Darmawan, saya ingin berbagi cerita, berbagi sebuah hal penting yang mungkin bisa dijadikan motivasi. teman, sesungguhnya penentu hidupmu adalah dirimu, dan Tuhan itu memberikan jalan kepadamu tanpa kamu menyadari. Apa saja sih 'Jalan Tuhan yang kita tidak sadari itu'?. saya telah mencoba untuk menulisnya dan saya ingin menceritakan secara singkat disini hehe. judulnya adalah dare to change, berani berubah.

'ketika kamu berani untuk berubah, dan kamu mau berubah, kamu memiliki niat, maka Tuhan akan memudahkanmu dengan cara-Nya yang tidak kamu rasakan' - iqbal

Dulu, saat SD kelas 4, saya adalah seorang yang nakal. Sangat nakal. Suer. Hampir tidak naik kelas karena saking buandelnya. Tapi Alhamdulillah, saya kembali dijalan yang benar saat 6 SD dan mendapatkan nem yang cukup tinggi, kalau tidak salah rata-ratanya 8,5. Wow banget untuk seorang anak yang sangat amat buandel 2 tahun sebelumnya. Nah, lalu, Kenapa saya bisa berubah? ternyata semua adalah karena keluarga. Ya. Keluarga.

Mama saya berhenti kerja dan mengambil tugas belajar S3nya, hanya untuk menemani saya di rumah untuk belajar, dan saat itu saya dibelikan computer agar bisa bermain dirumah saja agar tidak keluar-keluar untuk main di warnet lagi. Bukan melarang untuk bergaul, tapi itu cara menyudahi hal buruk. Bergaulnya di sekolah saja, main? Ya di rumah. Dan saat itulah semuanya dimulai dari awal. Papa saya selalu menceramahi saya, setiaaapppp saat. Diulang, diulang, dan diulang. ‘mas sholat, mas sholat, mas sholat’ dan terus seperti itu. Dan masih ada banyak materi ceramah papa saya yang lainnya yang juga diulang-ulang. Adik saya, walaupun dia adalah adik. Namun, jiwanya bisa dikatakan seorang kakak ketika melihat saya sedih karena masalah apapun. Termasuk waktu saya dimarahin mama atau papa. ‘sabar ya mas*sambil dipeluk*’. termasuk saat kalah main ps bola sama papa hahaha bercanda deng. Dan adik saya saat itu kira-kira masih kelas 3 SD. Keren ya.

Kesimpulannya. Saat saya SD, keluarga saya semuanya berkontribusi full untuk perubahan saya. Dan itu hebat. Dan yang terpenting adalah mereka mengajarkan saya bagaimana cara berbicara yang beretika dan juga berakhlak. Dan itu adalah hal yang penting. Memang, itulah saya, seorang anak buandel yang berubah menjadi anak yang baik karena keluarganya berada pada posisi terdepan untuk sebuah perubahan yang abadi bagi dia, si anak buandel. Sekali lagi. Biar lebai. Super duper buandel. Hehe

‘Keluarga adalah sebuah hal terhebat yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.’ - iqbal Darmawan

Kata mama saya, ‘mas, sekolahlah untuk bersenang-senang, untuk mencari teman dan mengenal arti kehidupan. Nilai, rank, itu nomer dua buat mama. Tapi akhlak, bagaimana cara mas Iqbal bergaul, bagaimana tutur kata mas Iqbal, itu yang terpenting untuk mama.’

Kata papa saya, ‘sholat itu yang terpenting, papa minta, jangan tinggal sholat satu kalipun ya mas, kehidupan ini sebentar banget mas, ga perlu bercapek-capek untuk mengejar dunia. Percuma hidup lama, kalau ga sholat.’

Kata adik saya, ‘aku akan selalu ada untuk mas Iqbal, karena kita satu paket.’

Kata ketiganya, ‘mas, sekolahlah untuk bersenang-senang, untuk mencari teman dan mengenal arti kehidupan. Nilai, rank, itu nomer dua. Tapi akhlak, bagaimana cara mas Iqbal bergaul, bagaimana tutur kata mas Iqbal, itu yang terpenting. Lalu, sholat itu yang paling penting, kami minta, jangan tinggal sholat satu kalipun ya mas, kehidupan ini sebentar banget mas, ga perlu bercapek-capek untuk mengejar dunia. Percuma hidup lama, kalau ga sholat. Dan kami akan selalu ada untuk mas Iqbal, karena kita satu paket.’ Itu juga untuk adik saya hehe, tinggal di ganti aja mas Iqbal jadi dek ayu.

itu adalah Jalan Tuhan yang pertama....melalui keluarga yang mensupport juga menasihati kita.

nah, selain itu, kita harus peka dalam melihat sebuah hal-hal kecil. contoh, saya hampir ga naik kelas. itu maksudnya apa? ya. Tuhan memberikan peringatan kepada saya. Alhamdulillah saya paham dan bangkit. lalu, misal, selalu di ceramahi oleh papa saya, itu juga atas pertolongan Allah. hehe begitu pula jika ada teman yang menasihatimu. itu bukan sedekar dia yang menasihati, namun ada pertolongan Allah melalui temanmu.Bahkan, sakit yang kamu rasakan itu adalah bagian dari kasih sayang Allah, agar kamu ingat akan kematian dan agar kamu kembali kepada jalan yang benar. InsyaAllah

'tidak ada manusia yang bodoh, adanya adalah manusia yang kurang pengalaman.' -iqbal

Jumat, 20 November 2015

Lirik Mengangumimu - By Iqbal

Kau manis kau cantik kau sungguh mempesona,
Membuat aku suka kepada dirimu,
Aku tak banyak berharap mendapatkan dirimu,
Tapi izinkan aku,
Mengagumi kamu.....

Dilihat dari jauh mata aku memandang,
Aku diam-diam memperhatikan kamu,
Namun saat matamu melihat diriku,
Aku kaburkan mataku,
Karena aku merasa malu...

Izinkan aku memandang wajahmu,
Yang sangat indah seperti bulan purnama,
Senyum yang manis itu hanyalah milikmu,
Yang selalu membuat aku tergila-gila....