Jumat, 19 Mei 2017

Dare to Change [Episode 1]

Perkenalkan, nama saya Muhammad Iqbal Darmawan, saya ingin berbagi cerita, berbagi sebuah hal penting yang mungkin bisa dijadikan motivasi. teman, sesungguhnya penentu hidupmu adalah dirimu, dan Tuhan itu memberikan jalan kepadamu tanpa kamu menyadari. Apa saja sih 'Jalan Tuhan yang kita tidak sadari itu'?. saya telah mencoba untuk menulisnya dan saya ingin menceritakan secara singkat disini hehe. judulnya adalah dare to change, berani berubah.

'ketika kamu berani untuk berubah, dan kamu mau berubah, kamu memiliki niat, maka Tuhan akan memudahkanmu dengan cara-Nya yang tidak kamu rasakan' - iqbal

Dulu, saat SD kelas 4, saya adalah seorang yang nakal. Sangat nakal. Suer. Hampir tidak naik kelas karena saking buandelnya. Tapi Alhamdulillah, saya kembali dijalan yang benar saat 6 SD dan mendapatkan nem yang cukup tinggi, kalau tidak salah rata-ratanya 8,5. Wow banget untuk seorang anak yang sangat amat buandel 2 tahun sebelumnya. Nah, lalu, Kenapa saya bisa berubah? ternyata semua adalah karena keluarga. Ya. Keluarga.

Mama saya berhenti kerja dan mengambil tugas belajar S3nya, hanya untuk menemani saya di rumah untuk belajar, dan saat itu saya dibelikan computer agar bisa bermain dirumah saja agar tidak keluar-keluar untuk main di warnet lagi. Bukan melarang untuk bergaul, tapi itu cara menyudahi hal buruk. Bergaulnya di sekolah saja, main? Ya di rumah. Dan saat itulah semuanya dimulai dari awal. Papa saya selalu menceramahi saya, setiaaapppp saat. Diulang, diulang, dan diulang. ‘mas sholat, mas sholat, mas sholat’ dan terus seperti itu. Dan masih ada banyak materi ceramah papa saya yang lainnya yang juga diulang-ulang. Adik saya, walaupun dia adalah adik. Namun, jiwanya bisa dikatakan seorang kakak ketika melihat saya sedih karena masalah apapun. Termasuk waktu saya dimarahin mama atau papa. ‘sabar ya mas*sambil dipeluk*’. termasuk saat kalah main ps bola sama papa hahaha bercanda deng. Dan adik saya saat itu kira-kira masih kelas 3 SD. Keren ya.

Kesimpulannya. Saat saya SD, keluarga saya semuanya berkontribusi full untuk perubahan saya. Dan itu hebat. Dan yang terpenting adalah mereka mengajarkan saya bagaimana cara berbicara yang beretika dan juga berakhlak. Dan itu adalah hal yang penting. Memang, itulah saya, seorang anak buandel yang berubah menjadi anak yang baik karena keluarganya berada pada posisi terdepan untuk sebuah perubahan yang abadi bagi dia, si anak buandel. Sekali lagi. Biar lebai. Super duper buandel. Hehe

‘Keluarga adalah sebuah hal terhebat yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia.’ - iqbal Darmawan

Kata mama saya, ‘mas, sekolahlah untuk bersenang-senang, untuk mencari teman dan mengenal arti kehidupan. Nilai, rank, itu nomer dua buat mama. Tapi akhlak, bagaimana cara mas Iqbal bergaul, bagaimana tutur kata mas Iqbal, itu yang terpenting untuk mama.’

Kata papa saya, ‘sholat itu yang terpenting, papa minta, jangan tinggal sholat satu kalipun ya mas, kehidupan ini sebentar banget mas, ga perlu bercapek-capek untuk mengejar dunia. Percuma hidup lama, kalau ga sholat.’

Kata adik saya, ‘aku akan selalu ada untuk mas Iqbal, karena kita satu paket.’

Kata ketiganya, ‘mas, sekolahlah untuk bersenang-senang, untuk mencari teman dan mengenal arti kehidupan. Nilai, rank, itu nomer dua. Tapi akhlak, bagaimana cara mas Iqbal bergaul, bagaimana tutur kata mas Iqbal, itu yang terpenting. Lalu, sholat itu yang paling penting, kami minta, jangan tinggal sholat satu kalipun ya mas, kehidupan ini sebentar banget mas, ga perlu bercapek-capek untuk mengejar dunia. Percuma hidup lama, kalau ga sholat. Dan kami akan selalu ada untuk mas Iqbal, karena kita satu paket.’ Itu juga untuk adik saya hehe, tinggal di ganti aja mas Iqbal jadi dek ayu.

itu adalah Jalan Tuhan yang pertama....melalui keluarga yang mensupport juga menasihati kita.

nah, selain itu, kita harus peka dalam melihat sebuah hal-hal kecil. contoh, saya hampir ga naik kelas. itu maksudnya apa? ya. Tuhan memberikan peringatan kepada saya. Alhamdulillah saya paham dan bangkit. lalu, misal, selalu di ceramahi oleh papa saya, itu juga atas pertolongan Allah. hehe begitu pula jika ada teman yang menasihatimu. itu bukan sedekar dia yang menasihati, namun ada pertolongan Allah melalui temanmu.Bahkan, sakit yang kamu rasakan itu adalah bagian dari kasih sayang Allah, agar kamu ingat akan kematian dan agar kamu kembali kepada jalan yang benar. InsyaAllah

'tidak ada manusia yang bodoh, adanya adalah manusia yang kurang pengalaman.' -iqbal

4 komentar: