Jumat, 19 Mei 2017

Dare to Change [Episode 2]

Masa SMP pun datang. Saya berada dalam kelas olahraga, padahal saya bukan atlit. Namun, saya menulis hoby saya saat itu adalah badminton dan futsal. Mungkin itu yang membuat saya terperangkap dalam kelas atlit ini. Loh kok bahasanya ‘terperangkap’? yap. Disana saya menjadi seorang ketua kelas, dan kelas itu adalah KANDANG MACAN! Kenapa saya bilang gitu? Isinya ya ampun… buandel semuaa..aduuu.. ketika itu saya hanya berkata ‘itu yang namanya apes bal’. Haha. Namun ternyata saya sekarang sadar, bahwa Tuhan memberikan sebuah pengalaman yang berharga untuk saya. Saat disana dilatih untuk menjadi pemimpin, berani untuk berbicara, berani untuk memutuskan, salah satunya, memutuskan untuk ngadu ke guru kalau kelas sangat tidak kondusif. Haha ‘pak, kelas siaga 1!’ haha itu saking parahnya tuh kelas.

Pelajaran dan pengalaman yang bisa diambil adalah saya bisa mengenal banyak karakter manusia. Bahwa, Oh ternyata ada toh orang seperti ini, oh ternyata ada toh orang seperti itu, lalu saya belajar bagaimana cara kita menyikapinya, dan masih banyak pelajaran berharga dari mereka. Dan mereka semua walaupun buandel, mereka adalah teman saya yang baik. Sebab, saya merasa aman 3 tahun di smp itu. Kenapa? Aman, pentolan smpnya temen saya semua. Hahaha.

            SMP Kelas 8, masih dikelas olahraga, namun, mungkin karena kelas 7 kelasnya bandel, jadi sama guru di pisah-pisahin. Haha. Disana saya diberikan kepercayaan sebagai bendahara kelas bersama temen saya atau bisa dibilang sahabat saya waktu smp. 3 tahun selalu bersama.namanya shofiyah. Ada juga yang 3 tahun bareng, namanya Esa. Hehe. Mmm…Kelas 8 tidak terlalu parah. Namun yang berharga adalah ketika saya dipercaya menjadi bendahara itu tadi. Memegang uang itu tidak mudah loh kawan.. hehe

            Kelas 9 SMP, Saya masuk kelas unggulan. Keren ey, 98. Hmm saya pikir kelas unggulan itu kutu buku. Eh ternyata, kok error seru semua gitu yah haha. Disana yang laki-laki hanya 11 orang termasuk saya. Sisanya perempuan. Alhamdulillah ya hahaha. Nah, Yang kasihan itu anak 94. Isinya cowo semua. Haha nasib. hmmm Serulah pokoknya ni kelas. Dah gitu, pinter-pinter semua pula. Lengkap sudah pengalaman di SMP. Kelas 7 temen-temennya buandel, kelas 8 membaik, dan akhirnya kelas 9 sempurna. Ciahhh… Alhamdulillah. Dan satu lagi sebagai pelengkap pengalaman adalah…..disana saya melakukan sebuah hal yang tidak terpuji hahaha apa itu? Yap. saya pacaran loh… Hahaha gak perlu sebut merek ya yang ini. hihi..hmm Ini juga yang membuat waktu saya habis, dan sempat menjauh dengan Allah. dan memang, waktu itu saya belum kenal kata zina, dll. masih buta ilmu. hehe. namun, itu bukan salah dia, tapi salah saya, dan itu tidak apa apa. Karena Itu semua adalah pengalaman berharga, itu adalah sebuah kesalahan yang sangat berharga bagi saya. Dan saya selalu berkata ‘untuk hal ini, anda tidak boleh jatuh dilubang yang sama’. Saya selesai pacaran pada saat SMA kelas 10 akhir. Karena ada hidayah Allah melalui seorang teman saya yang habis putus dan berkata kepada saya ‘bal, baca buku udah putusin aja nya ustadz felix’ siapa orang itu? Namanya Suci hehe. Nah saya baca deh bukunya, eh, saya benar-benar merasa di pukul K.O dengan isi buku itu. semua belaan saya tentang pacaran itu bodoh sekali ternyata. bener-bener di tampol abis rasanya. hmm....ada perkataan ustadz felix, gini tulisannya 'tapi pak ustadz, saya kan sayang sama dia? - Kamu dusta! sayang tapi kok rela berdua dibakar di Neraka! itu yang dinamakan sayang?' BOOM! begitulah kira-kira. dan setelah itu saya sadar, dan saya bertaubat. itu artinya saya dengan cepat untuk mengambil hidayah Allah itu. Alhamdulillah.


'faktor terpenting dalam perubahan adalah, pertolongan Tuhan yang kamu cepat mengambilnya (peka)'-iqbal Darmawan


           Itu adalah Jalan Tuhan ke dua dan ketiga juga ke-empat, yaitu,

        kedua, Tuhan berikan kamu sebuah pengalaman agar kamu bisa paham tentang kehidupan dengan Cara-Nya, seperti, diberikan teman yang bandel, dan diberikan sebuah kepercayaan. Dan yang pasti, Tuhan tau bahwa kamu bisa melakukannya, kamu bisa menyikapinya, dan disitulah kita belajar.
         Lalu yang ketiga itu adalah ketika ada Teman yang menasihatimu, dengarkanlah, jika itu baik, itu PASTI datangnya dari Allah. Itu adalah pertolongan Allah. Jadi, apakah kamu mau ambil atau tidak, itu adalah pilihan. Karena Allah memberikan kamu akal dan hawa nafsu agar kamu berfikir dan memilih. Dan saya memilih untuk mengambilnya. Alhamdulillah.
       Dan yang keempat, ketika kamu merasa jauh, itu juga bagian dari ujian dari Allah. Jangan menyerah dari rahmat Allah, Jangan menyerah untuk memohon ampun kepada Allah. 

'Bertemanlah dengan siapapun, karena temanmu itu adalah manusia yang dipercaya oleh Allah untuk menjadikan kamu manusia yang baik. itu, jika kamu menyadari.' -Iqbal Darmawan


Itu beberapa cara Allah yang mungkin kita tidak sadari hehe...

pertama, keluarga, mama, papa, kakak, adik yang selalu menasihati kamu
kedua, diberikan pengalaman dan kepercayaan agar kita dapat belajar
ketiga, dimana ada satu waktu, temanmu menasihatimu dan rasanya kamu seperti di tampol.
keempat, kamu diberikan rasa jauh dari Allah, namun itu semata-mata agar kamu berusaha kembali untuk menggapai rahmat Allah.


Bersambung..... hehe

'Jika kamu merasa tidak mampu berlomba dengan para orang alim, maka berlombalah dengan para pendosa untuk kembali kepada Allah' -Ustadz Adi Hidayat

0 komentar:

Posting Komentar